Direktur Darurat regional WHO mengatakan, peralatan trauma dan persediaan darurat untuk rumah sakit, serta obat-obatan untuk mengobati kekurangan gizi kronis di antara anak-anak termasuk di antara barang-barang prioritas.
Pemerintah Uzbekistan terus menjalin komunikasi harian dengan kelompok Taliban di negara tetangga Afghanistan, untuk membantu memastikan keamanan negara tersebut
Dua ledakan menghantam gerbang bandara Kabul yang padat pada Kamis (26/8), menewaskan 13 pasukan Amerika Serikat dan 60 warga Afghanistan, serta melukai ratusan orang lainnya.
Pembom bunuh diri menyerang kerumunan orang yang berkumpul di luar bandara Kabul berharap untuk melarikan diri dari Afghanistan yang dikuasai Taliban.
Dia menegaskan kembali batas waktu 31 Agustus bagi semua pasukan AS untuk meninggalkan Afghanistan dan mengatakan pasukan AS akan menerbangkan sebanyak mungkin orang sebelum tanggal itu.
Dalam sebuah pernyataan, ISIS mengaku bertanggung jawab dan mengatakan salah satu pelaku bom bunuh diri menargetkan penerjemah dan kolaborator dengan tentara AS.
Video yang direkam oleh wartawan Afghanistan menunjukkan puluhan mayat berserakan di sekitar kanal di tepi bandara. Saksi mata mengatakan, setidaknya dua ledakan mengguncang daerah itu.
Seruan itu datang ketika Amerika Serikat dan sekutunya mendesak warga Afghanistan untuk meninggalkan bandara Kabul, dengan alasan ancaman serangan ISIS.
Pasukan Kanada di Kabul mengakhiri upaya evakuasi bagi warga mereka dan warga Afghanistan pada Kamis (26/8), menjelang tenggat waktu 31 Agustus yang diberikan kelompok Taliban yang kini menguasai pemerintah.
Lebih dari 80.000 orang telah dievakuasi sejak 14 Agustus, tetapi kerumunan besar tetap berada di luar bandara Kabul berharap untuk melarikan diri dari ancaman pembalasan dan penindasan di Afghanistan yang dipimpin Taliban.