Daya saing selama ini, kata Dedi, masih menjadi salah satu permasalahan yang menimpa hampir semua komoditas pertanian Indonesia, kecuali kelapa sawit, kopi, kakao, lada dan karet.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pertanian pada bulan Oktober 2021 mencapai US$410 Juta.
Dikatakannya, walaupun provinsi kecil, namun wilayah yang terkenal dengan sebutan `Bumi Rafflesia` ini bisa menjadi poros ekonomi di Sumatera.
Fadel sangat mengapresiasi pemerintah daerah Bengkulu yang terus fokus meningkatkan komoditas pangan seperti padi dan jagung.
Kenaikan Harga Komoditas CPO Harusnya Menguntungkan Indonesia
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) terus menggairahkan ekspor komoditas pertanian di tengah masa pandemi covid 19, agar perekonomian nasional dan kesejahteraan petani semakin tangguh.
Mentan Syahrul meminta petani milenial Violla Az-Zahra yang mengelola sayuran di 9 hektar lahan pertanian miliknya untuk mengembangkan lebih banyak lagi komoditas pertanian yang memiliki nilai tambah dan keuntungan.
Kita cukup optimistis bahwa target 250 ribu hektare pada tahun depan dengan sebaran daerah yang lebih luas, komoditas yang lebih beragam, ini Insya Allah bisa kita capai
Rekor kenaikan besar ini menurut data BPS dipengaruhi kenaikan harga beberapa komoditas.
Kecamatan memiliki peran penting dalam memberi energi dan mensinergikan segala potensi pertanian di desa untuk menciptakan lumbung pangan masyarakat, dan menghasilkan komoditas pangan untuk ekspor.