10 poin tuntutan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Kantor Kemdikbud Jakarta, pada Senin (4/11), yang dihadiri oleh puluhan organisasi dan komunitas guru se-Indonesia.
Joko Widodo memberikan waktu kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, untuk mengatasi masalah pendidikan di Tanah Air.
Menurut dia, Presiden Soeharto pada waktu itu langsung terjun ke lapangan. Presiden Soeharto juga membangun banyak sekolah itu dengan tujuan pemerataan pada masyarakat, terutama pemerataan pendidikan sekolah dasar di Indonesia.
Tanda pagar (tagar) NadiemMundurAja menggema di jagat media sosial Twitter pada Selasa (29/10) siang.
Nadiem Anwar Makarim mengaku tidak berpikir dua kali, saat Presiden Joko Widodo menawarinya kursi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Mantan CEO Gojek tersebut ditemani oleh mantan Mendikbud yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.
Presiden Joko Widodo baru saja melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) baru, dengan nomenklatur yang mencakup Pendidikan Tinggi (Dikti), dalam Kabinet Indonesia Maju Masa Jabatan 2019-2024.
Dalam dirinya terjadi perpaduan antara profesionalitas, inovasi, komitmen, dan direction yang kuat terhadap kemajuan.
Ketua Umum IGI Ramli Rahim tidak habis pikir apa yang akan dilakukan oleh Nadiem, seorang pebisnis transportasi daring, ketika memimpin pendidikan di Tanah Air.
Di hari pertamanya menjabat, mantan CEO Gojek tersebut dengan nada bercanda meminta agar para pejabat dan awak media tidak memanggilnya dengan sebutan `Bapak` atau `Pak`.