Merck juga mengumumkan pada Rabu (6/10) perjanjian pasokan dan pembelian dengan Singapura, mengikuti Australia, sementara Thailand, Taiwan dan Malaysia mengatakan sedang dalam pembicaraan untuk membelinya.
Satu studi sedang mengevaluasi obat untuk pengobatan pasien yang tidak dirawat di rumah sakit dengan COVID-19 yang dikonfirmasi laboratorium dan setidaknya satu faktor risiko yang terkait dengan hasil penyakit yang buruk.
Penangkapan Tannos sangat sulit lantaran ia berada di Singapura. Di mana, tidak ada perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura.
Pandemi COVID-19 yang masih melanda juga menjadi kendala untuk memeriksa Paulus Tannos di Singapura.
Brunei akan memberikan jumlah vaksin yang sama kembali ke Singapura di kemudian hari.
Singapura telah menyumbangkan total 122.400 dosis vaksin AstraZeneca COVID-19 ke Batam dan Kepulauan Riau di Indonesia.
Bulan lalu, Thailand mengatakan sedang berusaha meminjam 150.000 dosis vaksin AstraZeneca dari Bhutan di tengah kekurangan pasokan di negara itu.
Keputusan untuk memasukkan mereka yang berusia antara 50 dan 59 tahun datang setelah rekomendasi dari Komite Ahli tentang Vaksinasi COVID-19.
Menilik kasus Singapura ini semestinya Pemerintah tidak mengendorkan program pembatasan mobilitas masyarakat. Apalagi tingkat vaksinasi kita baru mencapai 28 persen.