Pemerintah Prancis sedang bersiap menghadapi gelombang infeksi Covid-19 varian Omicron, yang diprediksi bakal menggila di negara itu pada Januari 2022.
Hasil penelitian Imperial College London didasarkan pada data Badan Keamanan Kesehatan Inggris dan Layanan Kesehatan Nasional pada orang-orang yang dites positif COVID-19 dalam tes PCR di Inggris antara 29 November dan 11 Desember.
Hal ini dilakukan setelah adanya seorang petugas kebersihan yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 varian Omicron.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa varian Omicron membawa risiko infeksi ulang yang lebih tinggi.
Negara-negara di seluruh dunia mulai menyarankan agar tidak bepergian ke luar negeri sembari meningkatkan pembatasan domestik untuk memerangi Omicron, meskipun para ilmuwan tetap tidak yakin seberapa berbahayanya varian tersebut.
Saat ini tak cukup hanya dengan pengetatan screening. Tracing atau pelacakan harus semakin digencarkan untuk mengantisipasi menyebarnya varian Omicron.
Afrika Selatan dan Inggris mencatat jumlah kasus virus corona harian tertinggi pada Rabu ketika diplomat top Washington membatasi tur ke Asia Tenggara setelah seorang delegasi tertular virus tersebut.
Varian Omicron baru menyumbang 0,19 persen kasus, yaitu empat, pada hari yang sama.
Pemahaman masyarakat terkait virus korona varian Omicron dan kepatuhan terhadap sejumlah kebijakan tersebut, ujar Rerie, sangat membantu dalam menyukseskan upaya pengendalian virus yang di sejumlah negara sudah menyebar luas.