Irman Gusman sampai menggarisbawahi bahwa di Indonesia masih terjadi perselingkungan antara hukum dan politik.
Kepala KUA Sukakarya terkesan menutup-nutupi kebenaran.
Kartini menunjukkan keteladanan dalam berliterasi. Untuk membuka tabir kegelapan atas dirinya, Kartini dengan tingkat literasinya membuat buku “Habislah Gelap Terbitlah Terang”
Angka ini cukup menguatkan bahwa orang Indonesia bukan malas membaca, tapi ketersediaan buku yang kurang.
Kedua perpustakaan akan bekerja sama dan mengembangkan kegiatan penelitian bersama, pertukaran koleksi buku, penyelenggaraan pameran dan acara bersama termasuk dalam format daring, pengembangan kapasitas dan pertukaran pengalaman sumber daya manusia,
Saya berharap buku ini dibaca oleh banyak generasi muda, generasi milenial, yang belum banyak tahu kisah-kisah heroik proklamator Republik Indonesia Bung Karno
masyarakat yang tidak berliterasi akan mengalami kesulitan dalam mengelola hasil sumber daya alam.
Penulisan buku ini berawal dari kegelisahan terhadap adanya gap yang besar antara rumusan program serta kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan kenyataan yang ditemui di lapangan.
Negara wajib hadir memastikan kesejahteraan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Kehadiran negara merupakan solusi atas dampak masalah yang dihadapi masyarakat.