Korea Selatan mengharuskan pengunjung restoran, bioskop, dan ruang publik lainnya untuk menunjukkan bukti vaksinasi, di tengah lonjakan infeksi Covid-19 dan enam kasus varian Omicron.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan negara-negara Asia-Pasifik, supaya meningkatkan kapasitas perawatan kesehatan dan angka vaksinasi, dalam rangka mempersiapkan lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.
Laju vaksinasi Covid-19 yang mulai mengendur dengan berbagai alasan itu, tegas Rerie, harus segera dicarikan solusi karena ketersediaan vaksin dibatasi masa kadaluarsa.
Pertama kali dilaporkan di Afrika selatan seminggu yang lalu, Omicron telah menyoroti perbedaan antara program vaksinasi besar-besaran di negara-negara kaya dan inokulasi yang jarang di negara berkembang.
Awal pekan ini, pemerintah mengatakan akan menunda pelonggaran lebih lanjut karena tekanan pada sistem perawatan kesehatannya dan kemungkinan ancaman yang ditimbulkan varian baru.
Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mendesak masyarakat mulai melakukan suntikan booster Covid-19, setelah ditemukan 22 kasus varian Omicron di negara itu.
Negara tersebut telah memasok hampir 200 juta dosis ke Afrika, di mana tingkat vaksinasi telah tertinggal di tengah meningkatnya kekhawatiran atas penyebaran varian baru virus corona Omicron, yang pertama kali diidentifikasi di Afrika selatan.
Jalur Vaksinasi dioperasikan melalui nomor penerbangan GA 836 dan dilayani sebanyak 6 kali per minggu dengan armada A330-300
Meskipun vaksinasi yang melebihi dari target, tetapi wisatawan masih enggan datang.
Di bawah aturan, yang akan berlaku mulai 6 Desember, orang yang tidak divaksinasi tidak akan dapat memasuki tempat-tempat seperti bioskop, restoran, dan acara olahraga, kata pemerintah Perdana Menteri Mario Draghi dalam sebuah pernyataan.