Seorang hakim Mahkamah Agung Venezuela mengatakan bahwa keputusan pemimpin Majelis Nasional Juan Guaido
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan AS mengunakan Kolombia untuk melancarkan kudeta ke Venezuela
Pertemuan kedua negara tersebut terjadi beberapa hari setelah sebagian besar negara anggota Uni Eropa mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.
Hal itu menyusul laporan menunjukkan ada kenaikan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS), dan sanksi minyak Venezuela.
Paus Prancis mengatakan bahwa dirinya siap menjadi penengah untuk membuka dialog di Venezuela jika kedua pihak menginginkannya.
Namun demikian, sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap minyak Venezuela dan pemotongan pasokan minyak mentah yang dipimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) membatasi penurunan lebih lanjut harga minyak.
PBB tidak akan campur tangan dalam urusan politik di Venezuela.
Maduro menyampaikan pernyataan itu untuk memperingati Hari Martabat Nasional, peringatan kudeta 1992 yang gagal terhadap mendiang Presiden Hugo Chavez, pendahulunya.
Langkah terkoordinasi yang dilakukan Prancis, Spanyol, Jerman, Inggris, Portugal, Swedia, Denmark, Austria dan Belanda pada Senin datang sehari setelah berakhirnya ultimatum delapan hari bagi Presiden Nicolas Maduro untuk mengadakan pemilihan baru.
Keputusan Denmark mengikuti negara-negara Eropa lainnya seperti Perancis, Jerman dan Spanyol dalam menanggapi perkembangan di Venezuela.