Penelitian yang dilakukan sekelompok peneliti di Inggris menemukan bahwa, terjadi penurunan motilitas sperma pada orang yang pernah terinfeksi Covid-19.
Temuan ini menambah keraguan pada beberapa ahli, yang sebelumnya menyebut bahwa varian Omicron lebih ringan dan tidak akan membanjiri sistem perawatan kesehatan.
Rektor Universitas Tarumanagara (Untar) Agustinus Purna Irawan mendorong sivitas akademika, supaya mempublikasikan penelitian agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Hasil penelitian Imperial College London didasarkan pada data Badan Keamanan Kesehatan Inggris dan Layanan Kesehatan Nasional pada orang-orang yang dites positif COVID-19 dalam tes PCR di Inggris antara 29 November dan 11 Desember.
Hal ini menurut penelitian terbaru oleh Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID) dan Kementerian Kesehatan (MOH), yang didasarkan pada data lokal yang mencakup 1,25 juta orang.
Penyusunan panduan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (P2M) dilakukan untuk melakukan penyesuaian pelaksanaan P2M di perguruan tinggi, sesuai Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), dan perkembangan regulasi yang ada.
Andiani mengungkapkan bahwa Badan Geologi akan menerjunkan ahli untuk melakukan pemetaan dan penelitian guna identifikasi awal dalam memperbarui peta KRB Gunungapi Semeru.
Penelitian untuk mempelajari varian baru
Sigal, seorang profesor di Institut Penelitian Kesehatan Afrika, mengatakan di Twitter ada penurunan yang sangat besar dalam netralisasi varian Omicron relatif terhadap jenis COVID sebelumnya.
Pangsa kekayaan rumah tangga yang dimiliki oleh miliarder, meningkat melewati rekor selama pandemi Covid-19, menurut penelitian yang dipublikasi pada Selasa (7/12).