Tudingan Washington yang menargetkan raksasa telekomunikasi China itu tidak memiliki semua bukti faktual.
Mei lalu, Iran mulai secara bertahap mengurangi komitmennya di bawah JCPOA untuk membalas tindakan sepihak Washington tersebut.
Washington mengancam menjatuhkan semua opsi yang ada dan melakukan langkah provokasi terhadap pemerintah Maduro.
Cencana itu akan mati bahkan sebelum kematian Trump sendiri, menambahkan bahwa dorongan Washington pasti akan berakhir dengan kegagalan.
Hubungan Teheran dan Washington memanas sejak komandan Pasukan Quds Iran (IRGC) Jenderal Qasem Soleimani tewas dalam serangan drone pasukan AS di Baghdad, Irak.
Delapan tentara yang terluka yang sebelumnya diangkut ke Jerman telah dipindahkan ke Washington, tetapi sembilan dari pasukan tersebut masih tetap di Berlin.
Callamard, pelapor khusus untuk pembunuhan di luar pengadilan, dan Kaye, pelapor khusus untuk kebebasan berekspresi, mengatakan mereka sangat prihatin.
Dalam dua tahun tarakhir, Korea Utara sudah berani mengambil langkah sepihak, termasuk menghentikan uji coba nuklir dan misilnya, demi membangun kepercayaan AS. Sebaliknya, Washington justru menodong Pyongyang.
Washington melakukan kejahatan kemanusiaan dengan menempatkan larangan yang melanggar hukum di Iran dan menargetkan negara dan pemerintah Venezuela dengan kebijakan tekanan yang serupa.
Pertumbuhan ekonomi China merosot pada 2019 ketika Beijing berjuang perang tarif dengan Washington