Berdasarkan tolak ukur kinerja, elektabilitas Presiden Jokowi semakin menurun. Sementara berbanding terbalik dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang semakin meningkat.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dari tokoh muslim moderat yang memiliki elektabilitas tertinggi.
Berdasarkan hasil survei yang dirilis Poltracking Indonesia, hanya ada enam figur Cawapres yang memiliki elektabilitas di atas 5 persen. Hasil tersebut di luar Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku incumbent.
Berdasarkan hasil survei dari 10 tokoh partai politik yang berpotensi maju sebagai Cawapres, hanya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang memperoleh elektabilitas di atas 10 persen.
Kesaksian Mirwan Amir dalam persidangan perkara korupsi e-KTP tidak akan mempengaruhi elektabilitas SBY di dunia politik.
Meski Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon wakil presiden (Cawapres) 2019, PKB belum mnentukan sikap.
Presiden Jokowi dinilai belum aman dalam menjelang pelaksanaan Pilpres 2019. Selain elektabilitas masih di bawah 50 persen, ada sejumlah alasan yang menyebabkan Jokowi belum dalam posisi aman.
Memasuki tahun politik, elektabilitas Presiden Jokowi masih di bawah 50 persen. Artinya, posisi Jokowi sebagai calon incumbent belum dapat dipastikan aman.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dari tokoh muslim.
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto diyakini dapat meningkatkan elektabilitas partai setelah mengalami penurunan pasca diterpa kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret Setya Novanto.