Banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Ada lahan kering, lahan rawa bahkan lahan pekarangan.
Percepatan tanam ini gunanya untuk mengamankan produksi dan menjaga stabilitas pangan serta mengantisipasi musim kering yang akan mencapai puncaknya pada Agustus 2020.
Wabah Covid-19 yang melanda hampir semua negara didunia termasuk Indonesia sangat berdampak yang cukup besar bagi kondisi ekonomi masyarakat.
Masbar selaku petani pemilik lahan menjelaskan bahwa produksi jagung yang diperoleh musim tanam ini jauh lebih baik dari musim sebelumnya.
Salah satu jalan untuk meningkatkan produktivitas pertanian ialah dengan menggunakan mekanisasi pertanian.
Benih padi yang di tanam oleh Poktan Ngudi Tani Rejeki adalah jenis hibrida. Varietas ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas beras secara nyata.
Awalnya karena dorongan dan keinginan hati dari masyarakat sekitar, terutama ibu-ibu dan anak- anak muda yang kemudian bergabung jadi sebuah kelompok, untuk memanfaatkan lahan yang terbatas agar bisa memiliki nilai tambah.
Dari diskusi-diskusi kecil dengan penyuluh setempat, Istianah kemudian memulai memanfaatkan pekarangannya untuk tanaman sayuran.
ementerian Pertanian (Kementan) akan terus mendorong petani untuk memaksimalkan penggunaan alsintan.
Kota Cilegon melakukan GPOT di lahan seluas 300 hektar tersebar di wilayah Kecamatan Cibeber, Kecamatan Jombang, Kecamatan Citangkil dan Kecamatan Ciwandan.