Setiap tanggal 15 Mei, dunia memperingati Hari Keluarga Internasional, sebuah momentum global yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 1993. Namun, peringatan ini bukanlah satu-satunya yang layak dicatat di kalender.
Hari Keluarga Internasional atau Internatonal Family Day yang diperingati setiap 15 Mei bukan sekadar tanggal di kalender, melainkan momen penting untuk merefleksikan peran keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial.
Setiap tanggal 15 Mei, dunia memperingati Hari Keluarga Internasional atau International Family Day, sebuah momen yang dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1993. Peringatan ini menjadi refleksi global akan pentingnya keluarga sebagai pondasi utama dalam membangun masyarakat yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.
13 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Daftar Peringatan dan Sejarahnya
Hari Raya Waisak, yang dikenal juga sebagai Vesak, merupakan momen sakral bagi umat Buddha di seluruh dunia. Peringatan ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga simbol refleksi, kedamaian, dan penghormatan terhadap ajaran Sang Buddha.
Hari Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia atau POM TNI diperingati setiap 11 Mei. Peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk penghargaan atas peran vital Polisi Militer sebagai penegak hukum internal dan penjaga kedisiplinan prajurit.
Hari Lupus Sedunia atau World Lupus Day diperingati setiap tanggal 10 Mei sebagai momen penting untuk menyuarakan kepedulian terhadap lupus, penyakit autoimun yang hingga kini masih sering disalahpahami.
Setiap 10 Mei, dunia memperingati Hari Lupus Sedunia atau world lupus day sebagai bentuk solidaritas global terhadap jutaan orang yang hidup dengan lupus.
Tanggal 8 Mei bukan hanya menjadi hari penting bagi dunia kemanusiaan. Selain memperingati Hari Palang Merah Sedunia, ternyata ada sejumlah peringatan internasional lainnya yang jatuh di tanggal yang sama.
Hari Bidan Sedunia atau International Day of the Midwife yang diperingati setiap tanggal 5 Mei bukan sekadar seremoni, peringatan tahunan, tapi momen reflektif terhadap peran penting para bidan sebagai garda terdepan dalam kesehatan reproduksi, kehamilan, persalinan, hingga kehidupan bayi baru lahir.