Kenaikan kurs dolar AS (USD) atas rupiah akhir-akhir ini serta eskalasi konfik Iran-Israel ditengarai akan mempengaruhi sektor energi nasional, khususnya yang berbahan bakar minyak.
Bila tidak terelakkan, tentu Indonesia harus bersiap, utamanya kesiapan rantai pasokan minyak dari Azerbaijan dan Saudi menghadapi kemungkinan konflik di Selat Hormuz.
Kondisi ini semacam triple shock karena terjadi di tengah kebutuhan migas dalam negeri yang naik di saat momentum bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, serta naiknya dolar AS terhadap Rupiah yang menembus angka Rp 16.000 per dolar.
Banjir Sungai Ural Rusia Terobos Bendungan, Kilang Minyak Orsk Berhenti Beroperasi
Dittipider Bareskrim Polri bongkar kasus penyimpangan Bahan Bakar Minyak (BBM)
Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus bahan bakar minyak (BBM) tercampur air di SPBU Jalan Juanda, Kota Bekasi
Komisi VII DPR RI mendesak PHE untuk bekerja maksimal meningkatkan lifting migas dalam rangka mendukung target produksi minyak bumi nasional sebesar 1 juta barel per hari (BPOD) dan 12 miliar standar kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.
Kemenperin Pastikan Bakal Bayar Rafaksi Minyak Goreng
Menko Luhut Minta Rafaksi Minyak Goreng Segera Diselesaikan