Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ketersediaan pangan merupakan hal mutlak yang harus terus menerus diupayakan oleh seluruh stakeholder, dalam hal ini Kementan.
Pertanian saat ini harus mampu menyediakan kebutuhan pangan dasar seluruh masyarakat Indonesia.
Transformasi pertanian itu sejalan dengan harapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo agar pertanian Indonesia bergerak ke arah yang maju, mandiri, dan modern.
Hal itu dilakukan lantaran penyuluh pertanian merupakan faktor penting pengungkit produktivitas.
Penyuluhanlah yang mampu membawa petani ke arah yang lebih baik, meningkatkan produktivitas, dan memanfaatkan inovasi teknologi.
Penyuluhan pertanian tetap memegang peranan yang signifikan dalam menggenjot produktivitas pangan.
Penyuluhan pertanian masih dihadapi berbagai persoalan, sehingga belum sepenuhnya berfungsi untuk mampu memberikan dukungan yang kuat dalam pencapaian ketahanan pangan nasional.
BPPSDMP melauncing Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Penyuluhan Pertanian.
Upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian antara lain memaksimalkan sejumlah program seperti kegiatan Sekolah Lapang (SL) IPDMIP, sebagaimana dilaksanakan di Daerah Irigasi (DI) Bandarejo.
Lebih dari puluhan tahun Indonesia sudah bergantung pada produk pertanian impor karena produk pertanian lokal kalah dari sisi harga.