Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, pembelajaran tatap muka memang diharapkan mampu menekan ancaman learning loss terhadap para pelajar.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebut pembelajaran jarak jauh (PJJ) berkepanjangan bisa berdampak besar dan permanen pada peserta didik.
Kepala Sekolah Murid Merdeka (SMM), Laksmi Mayesti mengatakan, hal yang perlu diingat dari sistem pembelajaran blended learning yaitu bukan berarti para siswa hanya belajar secara dalam jaringan (daring) atau online saja.
Menaker Ida Fauziyah berpendapat, pemagangan merupakan konsep belajar sambil bekerja (learning by doing).
Banyak kalangan, mulai dari pemerintah, pakar, termasuk MPR sendiri, yang merasa prihatin kemudian melakukan berbagai kajian untuk mencari jalan keluarnya.
Akibat pandemi yang berlangsung hampir dua tahun dan kapan berakhir semua tidak tahu membuat Lestari khawatir kita akan berhadapan dengan ‘learning lost’.
Ternyata metode pembelajaran daring ini juga mendorong konsep blended learning atau campuran antara online dan luar jaringan (luring) lahir lebih cepat dari yang direncanakan pemerintah.
Meski PJJ memberikan manfaat yang positif karena kini orang tua dilibatkan dalam proses pembelajaran anak, namun potensi learning lost tidak dapat diukur.
Mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern mensyaratkan adanya proses learning, melalui pendidikan formal (sekolah) dan anlearning, melalui keteladanan (mencontoh).
Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan 70 persen madrasah akan menggunakan platform digital e-learning pada 2024 mendatang.