Perdana Menteri Mali Soumeylou Boubeye Maiga bersama jajaran menterinya mengundurkan diri pada Kamis (18/4) kemarin
protes itu adalah salah satu yang terbesar di Mali dalam beberapa tahun terakhir. Itu terjadi setelah pembantaian 23 Maret oleh para tersangka milisi dari kelompok etnis Dogon, penggembala saingan Fulani di desa Ogossagou, tindakan paling mematikan dari pertumpahan darah etnis di wilayah Sahel Afrika Barat dalam ingatan hidup
Kelompok-kelompok jihad yang terkait dengan Al Qaeda dan Negara Islam telah mengeksploitasi persaingan etnis seperti yang terjadi antara Fulani dan Donzo di Mali
Serangan yang berlangsung pada Jumat lalu itu sedikitnya menewaskan enam orang, dan diklaim oleh Kelompok Dukungan untuk Islam dan Muslim
Inggris juga akan mengerahkan helikopter ke Mali untuk memberikan dukungan logistik bagi tentara Prancis yang mengoperasikan misi kontraterorisme.
Somalia dan Kenya, serta Mali juga terus menjadi sasaran kelompok teroris.
Pria berusia 39 tahun berusaha untuk menekan para tentaranya untuk menekankan pentingnya melawan militan di Mali dan wilayah Sahel yang lebih luas.
Kondisi konservasi dari 155 properti diperiksa selama sesi, dengan lima situs di Libya serta satu di Uzbekistan dan Mali tercatat dalam kondisi Bahaya di Daftar Warisan Dunia.