Pernyataan ini muncul dalam panggilan telepon berdurasi satu jam, antara Presiden Putin dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada Rabu (30/3).
Konflik telah membuat hampir seperempat dari 44 juta orang Ukraina meninggalkan rumah mereka, dan Jerman memperkirakan jumlah pengungsi bisa mencapai 10 juta dalam beberapa minggu mendatang.
Walikota Mariupol, Vadym Boychenko, mengatakan ribuan penduduknya yang terkepung terkepung oleh pasukan Rusia, telah dilarikan ke sejumlah kota terpencil di Rusia.
Tuduhan Biden muncul setelah Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan, pasukan Rusia menjatuhkan bom kuat di sebuah teater di kota pelabuhan selatan Mariupol yang terkepung.
Wakil menteri luar negeri Polandia, Marcin Przydacz, menyebut pemboman teater di Mariupol merupakan indikasi pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan taktik yang lebih brutal.
Mariupol sekarang benar-benar dikepung, dan pejabat Ukraina menuduh Rusia sengaja mencegah warga sipil keluar dan menghentikan konvoi kemanusiaan masuk.
Wakil Wali Kota Mariupol, Sergei Orlov, yang saat terkepung di Ukraina selatan mengungkapkan bahwa tiga orang termasuk satu anak-anak tewas, dalam peristiwa pemboman rumah sakit bersalin oleh pasukan Rusia.
Koridor, yang juga akan dibuka dari kota Kharkiv, Mariupol dan Sumy, sedang disiapkan atas permintaan pribadi Presiden Prancis Emmanuel Macron dan mengingat situasi saat ini di kota-kota itu.