Mosi Tidak Percaya Digelar, Boris Johnson Terancam Lengser
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan terancam lengser, usai Mahkamah Agung memutuskan bahwa pemungutan suara mosi tidak percaya bersifat sah.
Belajar dari mosi integral Natsir yang mengembalikan Indoensia dari negara serikat ke negara kesatuan, maka semua pihak seharusnya berupaya menjaga NKRI dan konstitusi secara sungguh-sungguh.
Kami Fraksi PKS sengaja secara rutin memperingati mosi integral M. Natsir. Tentu ini menjadi komitmen kami keluarga besar Fraksi PKS untuk terus mengokohkan nilai-nilai kebangsaan dan untuk terus menjaga nilai-nilai kenegaraan Indonesia.
Mahkamah Agung Pakistan akan memutuskan nasib Perdana Menteri Imran Khan pada Senin (4/4) ini, setelah menghadapi serangkaian upaya penggulingan pemerintah.
Tanpa Mosi Integral yang menjadikan Indonesia kembali menjadi NKRI, maka Republik Indonesia adalah negara serikat (RIS), yang bukan negara Nusantara.
Mosi tidak percaya terhadap Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson kiat menguat. Sejumlah anggota parlemen dari Partai Konservatif, mendesak Johnson mundur dari kursinya, menyusul kasus pelanggaran protokol Covid-19 di Downing Street 10 terus bergejolak.
Rujukan UU dan Fatwa MA juga dikuatkan dengan pendapat para akademisi dan ahli hukum tata negara.
Polisi Hong Kong menangkap empat mahasiswa atas dugaan mendukung terorisme, setelah serikat mahasiswa bulan lalu meloloskan mosi atas kematian seorang pria berusia 50 tahun yang menikam seorang polisi, sebelum akhirnya bunuh diri.
Mosi, yang diajukan oleh oposisi Partai Konservatif, disahkan dengan suara bulat di House of Commons dengan 266 suara dari 338. Anggota parlemen lainnya, termasuk menteri dari pemerintahan Liberal Trudeau, abstain.