Kontaminasi bakteri Salmonella pada ayam dan daging menjadi perhatian serius dalam menjaga keamanan pangan
Para peneliti melihat adanya perubahan signifikan pada mikrobioma usus, terutama meningkatnya bakteri bernama Eggerthella, yang sebelumnya telah dikaitkan dengan depresi. Menariknya, lonjakan bakteri ini hanya ditemukan pada wanita, bukan pria.
Sebuah penelitian mengungkap bahwa jenggot pria berpotensi lebih kotor dibandingkan bulu anjing
Proses penelitian melibatkan dua metode uji. Pertama, bagian luar botol diuji dengan tes ATP untuk mendeteksi sisa organik, lalu bagian dalam dibilas untuk menghitung jumlah bakteri hidup yang menempel.
Minum kopi sambil menjalani pengobatan antibiotik bisa jadi bukan ide terbaik. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa kafein dapat mengganggu efektivitas antibiotik tertentu dalam melawan bakteri seperti Escherichia coli (E. coli).
Dalam studi ini, peneliti menemukan bahwa zat seperti kafein dapat mengubah respons bakteri terhadap antibiotik tanpa perlu mutasi atau gen kebal baru. Perubahan itu membuat beberapa antibiotik menjadi kurang efektif—bukan karena rusak, tapi karena bakteri belajar menghindarinya.
Penelitian terbaru dari Duke University mengungkap bahwa otak bisa mendeteksi sinyal kimia dari bakteri usus dalam waktu nyata, dan sinyal ini dapat langsung memengaruhi perilaku kita, termasuk nafsu makan, hanya dalam hitungan menit.
Meskipun belum dipastikan apakah bakteri ini berbahaya, kaitannya dengan Niallia circulans—spesies yang dapat menyebabkan infeksi serius pada individu dengan sistem imun lemah—menjadi perhatian. Para ilmuwan tengah membandingkan keduanya untuk melihat perbedaan genetik, ketahanan terhadap radiasi, dan tingkat virulensinya.
Sebuah tinjauan ilmiah terbaru mengungkap bahwa mikrobioma usus—kumpulan triliunan bakteri baik di dalam perut—berperan penting dalam memperkuat sistem imun, menjaga stabilitas genetik, dan bahkan memperlambat proses penuaan.
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit mematikan di Indonesia. Sayangnya, hingga kini masih banyak orang tak sadar bahwa sejumlah kebiasaan sehari-hari justru membuka peluang lebih besar bagi bakteri Mycobacterium tuberculosis untuk menyerang tubuh.