Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengatakan, saat ini sudah 24 negara, termasuk beberapa di antaranya yang menangani wabah campak besar, menangguhkan program vaksinasi.
wabah campak di Republik Demokratik Kongo tahun ini sejauh ini menewaskan lebih banyak orang daripada virus Ebola
WHO mengatakan campak terus menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan sementara Eropa mencatat jumlah tertinggi kasus terkonfirmasi dalam dekade terakhir
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan 1.001 orang telah jatuh sakit oleh penyakit menular pada tahun 2019.
Jumlah kasus yang dilaporkan pada 3 Mei meningkat 60 dari minggu sebelumnya dan jumlah negara dengan kasus campak yang dikonfirmasi meningkat dari 22 menjadi 23 setelah pejabat mengkonfirmasi sebuah kasus di Pennsylvania.
Kondisi ini menyebabkan lebih banyak wabah dan banyak anak berisiko sakit karena penyakit yang mengancam jiwa
Muhammad Latief
20 juta anak per tahun melewatkan vaksin campak di seluruh dunia dalam delapan tahun terakhir.
Awal bulan ini, Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan jumlah kasus campak di seluruh dunia meningkat 300 persen selama tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan periode waktu yang sama tahun lalu.
Awal pekan ini, WHO mengatakan bahwa tren awal untuk 2019 kemungkinan menyepelehkan wabah campak tersebut karena hanya sekitar satu dari 10 kasus campak aktual yang dilaporkan.
Sebagian besar kasus campak adalah akibat orang tidak divaksinasi sebelum bepergian dan membawa kembali penyakit dari negara-negara seperti Israel, Ukraina dan Filipina.