Tujuh WNI disebut ikut terlibat dalam kelompok militan Maute yang menyerbu Kota Marawi, Filipina Selatan.
Pemerintah diminta tidak reaktif terkait rencana pengiriman pasukan TNI untuk terlibat operasi militer dalam menggempur ISIS di Marawi, Filipina Selatan.
Sulit untuk melawan orang-orang yang rela mati. Mereka telah merusak nama Tuhan dalam bentuk agama untuk membunuh banyak orang yang tidak bersalah, tanpa alasan.
Darang menceritakan dari ranjang rumah sakit, sementara kepala dan bahunya dibalut akibat luka pecahan peluru.
Bahkan Duterte mengatakan, tidak tahu soal itu sampai bantuan tersebut tiba untuk melawan ISIS di Marawi.
Sekitar 40 orang asing telah bertempur bersama militan Filipina di Kota Marawi, kebanyakan dari Indonesia dan Malaysia, meskipun beberapa berasal dari Timur Tengah.
Seluruh WNI dibawa ke Bandara Laguindingan, Mindanao Utara, dan langsung diterbangkan ke Davao City.
Polisi dan petugas kemanan memberlakukan jam malam dan meningkatkan penjagaan menyusul laporan bahwa gerilyawan Islam di Iligan
Khairul juga meminta pemerintah segera memastikanasib dan status n para WNI yang tengah berada di Marawi Filipina
Duterte bahkan siap membayar dan menyediakan tempat tinggal permanen, jika para pemberontak mau mengalahkan musuh pemerintah