Programnya meliputi pembangunan fisik dan nonfisik untuk deradikalisasi. Harapannya, mantan kelompok radikal kembali cinta NKRI
Hidayat Nur Wahid mendukung sikap Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Aktivis HAM yang mengkritik kriteria penceramah radikal oleh BNPT.
Mengadu domba TNI
Radikalisme dapat menjadi embrio lahirnya ekstrimisme bahkan terorisme.
Organisasi masyarakat (ormas) keagamaan merupakan garda terdepan dalam pencegahan penyebaran radikal terorisme dengan memberikan vaksinasi ideologi kepada umatnya.
BNPT bersama dengan Pondok Pesantren Nurul Falah menggelar kegiatan silaturahmi dan dialog kebangsaan BNPT RI dengan FORKOPIMDA, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam rangka pencegahan paham radikal terorisme.
Ketiganya berperan besar dalam menyebarkan paham radikal di media sosial, maupun secara langsung
Publik menunggu kebijakan dan manuver radikal
tidak boleh di bawah usia 17 tahun