Baik Direktur Institut Amerika di Taiwan, William Brent Christensen, maupun Tsai tidak berbicara di acara tahunan untuk tentara yang terbunuh pada pemboman China pada tahun 1958 di Kinmen, sebuah pulau yang dikuasai Taiwan dekat pantai daratan.
Pemerintahan Trump memprioritaskan penguatan dukungannya terhadap pulau demokrasi itu dan meningkatkan penjualan senjata.
Dalam laporannya, disebutkan bahwa pemerintah China meragukan legitimasi kampanye Tsai dengan menuduh pemimpin Taiwan itu menang dengan cara kotor dan curang.
Pada Selasa (16/4), Presiden Tsai mengatakan Taiwan tidak terintimidasi oleh latihan tersebut.
Tsai diketahui akan melakukan kunjungan diplomatik kepada sekutu Pasifiknya tersebut, yang tak ayal berpeluang menimbulkan gesekan hubungan antara Beijing dan Washington.
Presiden Taiwan Tsai Ing -wen mengumumkan ia akan mengundurkan diri Sabtu sebagai pemimpin partai setelah kekalahan besar dalam pemilihan pemerintah lokal.
Setelah tragedi itu, Presiden Tsai Ing-wen lewat akun twitter pada Senin tentang kesedihannya menyaksikan bencana yang melanda masyarakat Lombok.
Tsai meminta maaf kepada pejabat Thailand atas kesalahan ejaan dan Thailand memahami serta berterima kasih lagi kepada Presiden Tsai
Tsai mengatakan bahwa permintaan maaf secara lisan tidaklah cukup. Karena selama ini, masyarakat adat di negara itu kehilangan hak atas tanah leluhur.