Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam, meninjau pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer di Pusat UTBK Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (22/7).
Nasih mengungkapkan, sebanyak 1.505 peserta tidak bisa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahap pertama, karena datang dengan kondisi tubuh kurang sehat.
Dia menyebut dari 558.107 peserta yang terjadwal mengikuti tes tahap pertama di seluruh pusat UTBK, jumlah yang hadir sebanyak 519.070 peserta, atau 93,01 persen dari jumlah keseluruhan.
Nasih menegaskan, hanya peserta sehat yang diperkenankan mengikuti tes UTBK. Adapun indikator sehat ialah suhu tubuh peserta tidak lebih dari 38 derajat celcius.
Ketua LTMPT Mohammad Nasih memaparkan pelaksanaan tes UTBK per hari diubah dari empat sesi menjadi dua sesi. Rinciannya ialah, sesi pertama dilaksanakan pukul 09.00-11.15 waktu setempat, dan sesi kedua pada pukul 14.00-16.15 waktu setempat.
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang merupakan prasyarat untuk mengikuti SBMPTN, akan diberlakukan secara gratis bagi pemilik nomor pendaftaran KIP Kuliah
Wakil Ketua I Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih menyebut, hasil UTBK 2020 juga hanya berlaku untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada tahun yang sama.
Pasalnya, dengan nilai tersebut calon mahasiswa dapat menyesuaikan dengan grade nilai fakultas dan universitas tujuan, sehingga meminimalisasi kegagalan.
Mulai tahun ini, pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi penyandang tunanetra akan menggunakan metode screen reader
Sebelum pelaksanaan ujian persiapan masuk perguruan tinggi tersebut, ada baiknya peserta tidak mengabaikan tiga hal berikut.