Ribuan warga sipil yang putus asa untuk melarikan diri dari Afghanistan memadati landasan pacu tunggal bandara Kabul pada hari Senin setelah Taliban merebut ibukota dalam menghadapi penarikan militer AS di sana.
150.000 orang yang dikirim oleh Jerman di berbagai titik selama bertahun-tahun menjadikannya penyumbang pasukan NATO terbesar kedua di sana, setelah AS.
Lima orang tewas dalam kekacauan yang terjadi di bandara Kabul, Afghanistan pada Senin (16/8), sehari setelah Taliban berhasil menjatuhkan pemerintahan Ashraf Ghani.
Maskapai penerbangan nasional Turki, Turkish Airlines, membatalkan semua penerbangan terjadwal ke Afghanistan, menyusul perebutan ibu kota Kabul oleh Taliban
Wallace mengatakan pihak militer bandara Kabul aman dan Inggris melakukan segala cara untuk mengevakuasi warga Inggris dan warga Afghanistan yang memiliki hubungan dengan Inggris.
Pasca jatuhnya pemerintahan Afghanistan ke tangan Taliban, kini kelompok militan tersebut menyatakan bahwa perang yang telah berkorbar selama 20 tahun telah usai.
Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa jam setelah cuitan salah seorang warga Kabul, Aisha Khurram di Twitter, yang mengaku mendapatkan serangan di depan rumahnya.
Ribuan warga dan warga negara asing berusaha melarikan diri dari Kabul, dengan adegan kekacauan dan kepanikan terlihat di bandara sejak Minggu malam
Kabar buruk menimpa para mahasiswa asal Afghanistan, yang menerima beasiswa Chevening dari pemerintah Inggris mulai bulan depan.