Erdogan mengatakan kepada Trump tidak memiliki masalah dengan Kurdi di Suriah dan bahwa Ankara hanya berusaha untuk memerangi kelompok-kelompok bersenjata.
Saat jumpa pers di Turki, Bolton tiba-tiba membatalkannya dan meninggalkan Turki tanpa bertemu Erdogan. Sikap itu merupakan penolakan atas pertikaian tentang para pejuang Kurdi.
Kabar menggembirakan ini datang setelah proyek bernilai US$12 miliar tersebut mengalami dua kali penundaan sebelumnya.
Erdogan mengatakan, umat Islam tidak diberi hak untuk berbicara tentang masalah mereka dan masalah internasional di Dewan Keamanan PBB.
Erdogan mengatakan, Turki lebih fokus pada penarikan pasukan AS yang diumumkan daripada pernyataan presiden Prancis bahwa tentara Prancis akan tetap tinggal.
Kementerian bereaksi atas penyataan "tak berdasar dan fitnah" Benjamin Netanyahu terhadap tentara Turki.
Netanyahu sudah kehilangn konsentrasi dan mungkin dia sudah tidak mengingat keberadaan istrinya di Nikaragua atau Guatemala
Netanyahu menggedor pintu yang salah, "Erdogan adalah suara kaum tertindas, Anda adalah suara para tiran. Netanyahu, Anda adalah tiran."
Trump telah menerima undangan dari Presiden Erdogan untuk mengunjungi Turki pada 2019 melalui sambungan telpon pada Minggu (23/12).
Presiden Recep Tayyip Erdogan memuji usaha Turki untuk menerima dan menolong pengungsi