Presiden Turki Recep Tayip Erdogan menekankan pembentukan kelompok kerja bersama pada jurnalis yang hilang.
Pembatalan tersebut diumumkan oleh perusahaan pada Minggu (14/10) kemarin, di tengah hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi, di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.
Turki mengatakan kepada pejabat AS bahwa mereka memiliki rekaman yang membuktikan pembunuhan jurnalis Saudi di Konsulat Istanbul.
Hatice Cengiz, nama tunangan Khashoggi, menulis permintaan tersebut di dalam kolom opini di surat kabar The Washington Post pada Rabu (10/10).
Senator dari Partai Republik mengatakan hubungan AS-Saudi akan rusak jika Saudi terbukti membunuh seorang jurnalis yang hilang sejak pekan lalu.
Khashoggi, jurnalis dan kolumnis untuk The Washington Post, telah hilang sejak memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
Namannya mulai mencuat setelah meliput peristiwa Afghanistan, Aljazair, Kuwait dan Timur Tengah pada 1990-an.
Mayat perempuan berusia 30 tahun itu ditemukan di sebuah taman di Ruse pada Sabtu (6/10). Mereka mengidentifikasi Marinova dari inisialnya.
Suu Kyi yang dulu pernah menerima Nobel Perdamaian dari PBB memegang kunci pembebasan atas kedua jurnalis malang tersebut.
Kedua jurnalis itu divonis penjara tujuh tahun karena melanggar undang-undang rahasia negara selama meliput pembantaian minoritas Rohing yang tidak memiliki kewarganegaraan.