Karena itu, Negara Tirai Bambu baru-baru ini memperingatkan bahwa segala bentuk separatisme "akan dihancurkan".
Hal itu dilakukan setelah ratusan penduduk memadati stasiun itu, memperpanjang aksi protes yang ditujukan kepada pemerintah yang berkuasa.
Tak hanya dua remaja itu, 70 orang lainnya terluka dan 38 di antaranya terkena tembakan langsung selama aksi protes di sepanjang perbatasan Israel-Gaza.
Lebih dari 7.400 warga Palestina telah terluka oleh amunisi hidup selama protes, dengan sekitar setengah menderita patah tulang
Aksi ini menambah serentetan protes disertai kekerasan yang berlangsung selama tiga bulan terakhir.
Massa juga mendesak masyarakat untuk membanjiri jalanan dan kereta api ke bandara pada Minggu dan Senin, yang berpotensi mengganggu penerbangan.
Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 300 warga Palestina telah terbunuh dan ratusan ribu lainnya terluka sejak protes dimulai 30 Maret 2018 lalu.
penonaktifan video itu terjadi hanya beberapa hari setelah Twitter mengatakan telah menangguhkan lebih dari 200.000 akun
Diperkirakan 5.000 pemrotes memblokir terminal pada hari Senin, memaksa penerbangan ditangguhkan dalam langkah terbaru dalam 10 minggu protes.
Polisi menembakkan granat suara ketika protes Palestina di kompleks masjid sangat sensitif, juga disebut Haram Al Sharif.