Hal itu merespon pemerintah yang memutuskan untuk menghapus angka kematian untuk sementara waktu dalam indikator penanganan Covid-19 di Tanah Air.
Pelaporan kasus kematian yang dilakukan daerah tidak bersifat realtime dan merupakan akumulasi dari bulan-bulan sebelumnya.
Alasan Pemerintah, indikator kematian dianggap menimbulkan distorsi dalam penilaian level PPKM karena banyak input data yang tidak update dari berbagai daerah.
Dengan sekitar 15 juta orang di tiga negara bagian tersebut, atau 60 persen dari populasi Australia, negara itu juga melaporkan lima kematian terkait virus corona, salah satu yang tertinggi tahun ini.
Argentina menerapkan rencana tersebut setelah 10 minggu berturut-turut jumlah kasus yang lebih rendah dan delapan minggu penurunan kematian.
Sampai dengan Kamis (5/8) Satgas Covid-19 juga mencatat total jumlah kematian akibat Covid-19 mencapai 102.375 orang sepanjang pandemi di tanah air.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti lonjakan angka kasus dan kematian akibat Covid-19 di perdesaan. Menurutnya, pemerintah memerlukan cara-cara khusus untuk penaggulangan wabah corona di desa.
Menurut Lestari, upaya untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana bila terpapar Covid-19, harus segera dan mendesak dilakukan, untuk menekan angka kematian akibat virus korona di tanah air.
Sementara itu, Arab Saudi pada Kamis (29/7) melaporkan 12 kematian terkait COVID-19, menjadikan jumlah kematian Kerajaan menjadi 8.212.