Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (1/5) membuka pintu untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un
Korea Utara (Korut) pada Senin memperingatkan bahwa pihaknya akan melakukan uji coba nuklir kapan saja dan di lokasi manapun yang ditetapkan oleh kepemimpinannya.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus meluaskan pengaruhnya di Asia untuk menekan program nuklir Korea Utara (Korut)
Korea Utara (Korut) kembali uji coba rudal balistik pada Sabtu setelah kelompok kapal induk USS Carl Vinson tiba di perairan dekat semenanjung Korea.
Presiden AS Donald Trump mengatakan konflik besar dengan Korea Utara mengenai program nuklir dan misilnya adalah mungkin terjadi, namun ia lebih memilih hasil diplomatik terhadap perselisihan tersebut.
Administrasi Trump mengatakan pada Rabu (26/4) bahwa pihaknya mendorong Korea Utara (Korut) untuk membongkar program nuklir dan misilnya dengan mengetatkan sanksi ekonomi. Meski begitu, ia tetap membuka negoisasi jalur damai
Pasukan Militer Amerika Serikat mulai memindahkan sistem pertahanan antirudal, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang kontroversial ke Korea Selatan (Korsel) di tengah memuncaknya ketegangan mengenai program rudal dan nuklir Korea Utara
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan pada Senin (24/4) bahwa Dewan Keamanan UN harus bersiap menjatuhkan sanksi baru kepada Korea Utara
Sebuah universitas Korea Utara (Korut) menyebut warga AS yang ditahan pada Sabtu (22/4) sebagai Kim Sang-duk, juga dikenal sebagai Tony Kim
Agenda dadakan diperkirakan karena Pyongyang sedang bersiap melakukan uji coba rudal atau uji coba nuklir keenamnya yang kemungkinan jatuh pada Selasa (25/4) tepat peringatan 85 tahun berdirinya Tentara Rakyat Korea (TRK).