Washington tampaknya sedang ergeser dari kampanye tekanan maksimum gagal menjadi salah satu kebohongan maksimum dan penipuan terhadap Republik Islam.
Padahal Washington pada Minggu (15/9) kemarin menuding Iran sebagai dalang atas serangan drone yang menargetkan pabrik minyak Arab Saudi.
Pembantunya dipastikan akan hadir mengutuk tekanan ekonomi Washington terhadap negara Amerika Selatan itu
Amerika Serikat (AS) tegaskan tidak akan melonggarkan sanksi terhadap Iran di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran.
Zarif mengunggah video yang menunjukkan Netanyahu menggalakkan invasi Afghanistan sebelum realisasinya pada tahun 2001 selama sidang kongres di Washington.
Barrett mengatakan ketika Presiden AS Donald Trump mengambil alih kekuasaan, Netanyahu merayakannya karena sekarang memiliki Kantor Oval, dan menghasut Washington menghancurkan JCPOA.
Sejak Mei, Iran menangguhkan sebagian dari komitmennya berdasarkan kesepakatan sebagai balasan atas penarikan Washington dan kegagalan Eropa melindungi Iran dari sengatan sanksi AS terhadap Iran.
Iran menolak kemungkinan perundingan antara Teheran dan Washington, mengatakan bahwa pembicaraan hanya akan dilanjutkan jika AS mencabut sanksi
Washington bahkan sudah mendirikan kantor perwakilan yang disebut VAU di Kolombia agar tetap berhubungan dengan Guaido.
Ketegangan memuncak antara AS dan Iran sejak Washington mengundurkan diri secara sepihak dari kesepakatan nuklir 2015 yang penting pada tahun lalu.