Masih ada "ribuan" militan garis keras yang siap menggantikan pemimpin Islamic State Iraq and Syria (ISIS/Daesh), Abu Bakar al-Baghdadi.
McKenzie menolak mengkonfirmasi klaim Presiden AS, Donald Trump bahwa kepala ISISI itu berteriak, menangis dan merintih di saat-saat terakhirnya.
Kevin Barrett, seorang penulis, jurnalis dan pembawa acara radio dengan gelar Ph.D dalam Studi Islam dan Arab, mengatakan, pengumuman Trump dan foto-foto yang mengikuti pengumuman itu adalah lelucon.
Trump mengatakan, pemimpin ISIS itu berusaha melarikan diri melalui sebuah terowongan yang ternyata buntu, membawa tiga anak kecil bersamanya menuju kematian.
Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin kelompok Daesh, atau ISIS, adalah salah satu musuh terbesar umat manusia, Islam dan Turki.
Washington mencoba menggunakan ISIS sebagai senjata melawan Suriah, melawan Iran, melawan pasukan lain yang juga menentang As di kawasan itu.
Iran telah menjadi pelopor di garis depan perang melawan terorisme dengan mengusulkan inisiatif menciptakan dunia yang bebas dari kekerasan dan ekstremisme serta menjadi ujung tombak melawan ISIS
Trump mengatakan, pemimpin ISIS meledakkan dirinya menggunakan rompi sambil menangis dan merintih selama serangan pasukan opsir khusus AS di Suriah.
Militer AS melakukan serangan operasi khusus terhadap Baghdadi di provinsi Idlib barat laut Suriah.
Militer Amerika Serikat (AS) sedang melakukan operasi terhadap pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Abu Bakar al-Baghdadi, pada Sabtu (27/10).