Scholz mengatakan, Presiden Rusia, Vladimir Putin salah menghitung jika bisa mendapatkan wilayah dari Ukraina, menyatakan diakhirinya permusuhan, dan melihat negara-negara Barat menjatuhkan sanksi.
Keputusan itu, yang dikecam oleh para pemimpin Eropa sebagai pemerasan, datang ketika ekonomi Rusia sendiri melemah di bawah sanksi dan negara-negara Barat mengirim lebih banyak senjata ke Kyiv meskipun ada peringatan dari Kremlin untuk mundur.
Zelenskyy mengatakan tentara Rusia telah melakukan kekejaman, termasuk di kota pelabuhan Mariupol, yang menghadapi pemboman berat.
Putin mengatakan pada Senin bahwa Barat diperkirakan untuk segera mengacaukan situasi keuangan-ekonomi, memprovokasi kepanikan di pasar, runtuhnya sistem perbankan dan kekurangan di toko.
Hingga hari ini, Australia telah memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 500 warga Rusia dan Belarusia, termasuk Presiden Vladimir Putin dari Rusia dan Alexander Lukashenko dari Belarus.
Sanksi baru tersebut miliputi larangan tembakau dan mengurangi separuh ekspor minyak ke negara itu dan memasukkan daftar hitam kelompok peretas Lazarus,
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Senin bahwa Rusia dapat menggunakan senjata kimia di negaranya dan meminta Barat untuk menjatuhkan sanksi yang lebih kuat terhadap Moskow.
Hampir semua pejabat yang disebutkan menjabat selama pemerintahan Trump yang memberlakukan sanksi terhadap pejabat, politisi dan perusahaan Iran
Chanel mematuhi sanksi perdagangan yang dikenakan pada Rusia oleh Uni Eropa, Swiss, dan lainnya yang melarang transaksi dengan individu yang ditunjuk.