Peninjauan ini juga menjadi rangkaian implementasi arahan Bapak Presiden, agar Menteri - Menteri turun ke lapangan, validasi data dan neraca yang ada untuk memastikan pangan masyarakat dalam kondisi yang aman.
Ia memastikan dengan adanya panen raya dan percepatan tanam di berbagai wilayah, ia yakin kebutuhan beras masyarakat mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri meski di tengah pembatasan akibat pandemi.
Irma menjelaskan, Kementan dibawah komando Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah memiliki catatan baik yang patut dibanggakan.
Hewan kurban yang tersedia berdasarkan data Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan sebanyak 1.767.522 ekor, terdiri atas sapi, kerbau, kambing, dan domba.
Semua orang butuh makan, apalagi di masa pandemi ini. Vaksin saja tidak cukup. Tugas kita di Kementanlah bersama petani dan Pemda menyediakan itu. Ada 273 juta penduduk Indonesia yang perutnya harus diperhatikan.
Doa bersama ini menurut Mentan SYL adalah cara manusia untuk memohon ampun atas semua dosa yang pernah dilakukan.
SYL menjelaskan tentang tidak perlu impor beras yakni hingga saat ini Indonesia memiliki cadangan beras yang cukup banyak.
Kehadiran SYL di Bumi Arung Palakka sejalan dengan tujuan program di Kementan untuk meningkatkan produksi pertanian, memenuhi kebutuhan nasional, dan diikuti kesejahteraan petani.
Berbagai kemajuan digital menjadi peluang bagi hadirnya modernisasi aktivitas termasuk di sektor pertanian, dan kemajuan era ini harus kita manfaatkan.
Kami memberikan dukungan maksimal terhadap penggunaan makanan nasional untuk masuk ke hotel dan restoran, serta memperkuat ekspor Indonesia.