Anggaran dana yang dikeluarkan untuk bonus atlet pada kedua multievent ini mencapai Rp 70.588.000.000 untuk total 251 medali yang diperoleh dalam ASEAN Para Games 2017 dan 191 medali yang diperoleh dalam SEA Games 2017.
Selain bonus kepada atlet, PB PRSI juga memberikan bonus sebesar Rp80 juta rupiah kepada tim pelatih.
Menurut Menpora, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kemendikbud terkait penyesuaian para atlet para games ini untuk masuk menjadi PNS.
Menpora juga di dampingi para atlet asal Bali yaitu Siman Sudartawa dan Maria Londa sebagai motivator dan inspirasi bagi anak-anak yang berada di pengungsian.
Selain menyampaikan rasa bangganya, Menpora juga menyebut sejumlah situasi positif yang berlangsung selama pelatihan yang membuat atlet tetap terjaga fokus dan konsentrasinya dalam bertanding.
Dengan melihat potensi para atlet yang dengan persiapan apa adanya dapat memperoleh hasil di Kuala Lumpur, optimis di Asian Para Games 2018 dan Paralympic 2020 mampu berprestasi.
Apa yang diraih oleh para atlet menurut Imam membuktikan bahwa prestasi bisa diraih dengan kesungguhan dan tekad yang kuat.
ASEAN Para Games ke-9 berlangsung pada 17-23 September 2017 dan diikuti total 1.428 atlet yang berasal dari 11 negara di wilayah Asia Tenggara yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Kamboja, Singapura, Laos, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Timor Leste dan tuan rumah Malaysia.
Meskipun nomor yang akan dipertandingkan dalam Asian Games masih belum pasti, namun atlet akan tetap fokus pada pertandingan ini.
Indonesia memberangkatkan 121 atlet yang terdiri dari 66 atlet putra, 39 atlet putri yang dibiaya negera.