Central Intelligence Agency (CIA) berupaya mendestabilisasi wilayah Filipina demi menjatuhkan pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte.
Agency AS Incorporation diduga mendapatkan fee 4,75 persen dari nilai kontrak pembelian dua kapal SSV senilai USD 86,96 juta.
Central Intelligence Agency (CIA) belum mengakhiri programnya mendukung pemberontak memerangi Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam upaya menenangkan Rusia
BG mengungkapkan serangan penyebaran virus perusak sistem informasi tekhnologi tersebut berawal dari bocornya tool yang digunakan oleh NSA (National Security Agency).