Prosesi penyerahan yang berlangsung di Gedung Kemristekdikti Jakarta tersebut, diterima langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet selaku pendiri Unperba.
Kemristekdikti akan meningkatkan jumlah penerima beasiswa bidikmisi. Rencananya, tahun depan ditargetkan kenaikan bidikmisi mencapai 50 persen.
Hingga 2018, kata Patdono, baru ada 44 IBT di seluruh Indonesia, menyusul lima IBT lainnya yang tergolong masih sangat baru.
Menurut Sekretaris Jenderal Kemristekdikti Prof. Ainun Naim, kasus tersebut sebenarnya sudah lama terjadi dan sudah diselesaikan oleh pihak kampus.
Dari target 368.961 penerima beasiswa bidikmisi yang masuk kuota tahun ini, per triwulan III jumlahnya sudah mencapai 302.764 penerima.
Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah perusahaan startup yang dikelola Kemristekdikti, dan kinerja publikasi ilmiah internasional Indonesia.
Hal itu menurut Nasir, merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia, dan menunjukkan keberpihakan pemerintah bagi kalangan tidak mampu untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.
Menteri Nasir mengatakan, tahun ini sudah ada lebih dari 100 perguruan tinggi yang melakukan merger menjadi 30 perguruan tinggi. Namun itu baru perguruan tinggi yang berada di bawah satu yayasan.
Jika KPU nantinya akan menggelar debat pilpres di kampus, menurut Nasir sebaiknya tidak sampai berbau kampanye salah satu pasangan calon (paslon).
Menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, pengurangan ini merupakan hasil evaluasi pemerintah terhadap hasil SNMPTN tahun-tahun sebelumnya.