Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper memperingatkan Turki untuk menghentikan serangannya ke timur laut Suriah
Ribuan warga sipil melarikan diri dari serangan udara Turki yang menargetkan pasukan Kurdi di Suriah utara, pada Jumat (11/10).
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menyerukan pertemuan darurat para negara koalisi, guna membahas serangan Turki terhadap milisi Kurdi
Trump mengatakan tidak mendukung perang Turki melawan Kurdi di Suriah utara.
Pernyataan itu muncul satu hari setelah Gedung Putih memberi Ankara lampu hijau untuk menyerang negara tetangga selatannya, dan memicu kepanikan pasukan Kurdi yang didukung oleh AS.
Sekretaris pers Gedung Putih, Stephanie Grisham mengatakan pada Minggu (Senin pagi) bahwa pasukan AS "tidak akan mendukung atau terlibat dalam operasi tersebut", dan "tidak akan lagi berada di daerah terdekat."
Dia mengatakan, operasi militer Turki melawan pasukan Kurdi yang didukung oleh AS dapat dimulai dalam waktu dekat.
Turki tidak akan tinggal diam terhadap lebih dari 30.000 senjata, peralatan dan truk yang dipenuhi amunisi yang dikirim AS ke Suriah utara, tempat Kurdi beroperasi.
Saat ini banyak ladang minyak dan infrastruktur Suriah dipegang oleh pasukan yang didukung AS dan pimpinan Kurdi di timur.
Wanita itu ditangkap oleh pasukan Kurdi pada September 2017 bersama dengan istri-istri pejuang IS lainnya dan kembali ke Jerman pada April 2018.