Di hadapan para pemuka agama yang datang dari MUI, PGI, KWI, PHDI, Walubi, dan Matakin; saat Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tungga Ika, di Samarinda, Kalimantan Timur, 18 Maret 2019, Wakil Ketua MPR Mahyudin mengatakan Empat Pilar MPR merupakan alat pemersatu bangsa. Untuk itu kegiatan yang digelar di Aula Kantor Gubernur Kalimantan Timur itu dikatakan sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa persatuan
Mahyudin mengajak pada semua untuk menjadikan Pancasila sebagai perilaku dalam keseharian
Wakil Ketua MPR Mahyudin mengatakan Indonesia mengalami krisis tokoh bangsa yang bisa memberi tuntunan. Kita punya banyak tokoh tapi tidak bisa menjadi contoh atau teladan
Kepada ibu-ibu majelis taklim, Mahyudin meminta untuk memilih pemimpin dan anggota legislatif berdasarkan bibit, bebet, dan bobot.
Wakil Ketua MPR Mahyudin meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merapihkan daftar pemilih tetap (DPT). KPU perlu menyisir kembali Warga Negara Asing (WNA) dan pemilih ganda dalam DPT
Mahyudin mengungkap sejumlah alasan MPR mensosialisasikan Empat Pilar MPR.
Mahyudin juga menjelaskan soal hoax yang marak terjadi menjelang Pemilu 2019
Pengorbanan yang diberikan oleh para pejuang kita itu, menurut Mahyudin, adalah bukti bahwa kemerdekaan tidak diperoleh secara gratis. Oleh karena itu, MPR dan FKKPI memiliki satu misi, yaitu mempertahankan yang kita miliki bersama
Dalam sambutannya pada rapat pleno tersebut, Mahyudin mengungkapkan sesuai tugas dan wewenang MPR sesuai UU No.17 Tahun 2014 atau UU MD3 adalah membuat kajian ketatanegaraan berkaitan dengan pelaksanaan UUD.
Daerah ingin melepaskan diri, menurut Mahyudin juga ada unsur campur tangan asing. Keinginan Papua merdeka disebut juga ada dukungan dari anggota Parlemen New Zealand, Papua Nugini, Australia, dan beberapa negara lain.