Upacara pengukuhan tersebut berlangsung pada Kamis (23/9) pagi di Kampus I Universitas Tarumanagara, Jakarta, secara daring dan luring (hybrid).
Dalam situs resmi Kejaksaan Agung, Burhanuddin disebut lulusan sarjana hukum Universitas Diponegoro tahun 1980. Sementara untuk pendidikan pasca sarjananya, dalam situs resmi Kejaksaan Agung menyebut bahwa jaksa agung itu merupakan lulusan magister manajemen dari Universitas Indonesia (UI) tahun 2001. Sedangkan di buku pengukuhan profesornya, Burhanuddin disebut lulus dari Sekolah Tinggi Manajemen Labora di DKI Jakarta tahun 2001.
Pengukuhan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menumbuhkan gairah bisnis pertanian di kalangan generasi muda dalam mendukung regenerasi petani.
Pengukuhan itu dihadiri Sekretaris Jenderal KPK Cahya Hardianto Harefa selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan Karyoto selaku Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi sebagai saksi.
Pengukuhan tersebut menambah jumlah profesor riset di Kementan menjadi 154 orang, sementara untuk tingkat nasional menjadi 599 orang.
Adapun hal yang menjadi konsen forum Pertides meliputi bidang infrastruktur, pangan, pendidikan, gizi dan kesehatan, lingkungan, perekonomian, komunikasi, dan merdeka belajar kampus merdeka.
Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional SOKSI 2020-2025
UIN Sunan Gunung Djati menyabet rekor untuk pengukuhan Guru Besar terbanyak di lingkungan Pendidikan Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Dalam pengukuhan ini juga menetapkan duet Ketua Umum DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah dengan Sekretaris Ilhamsyah dan Bendahara Ihwan Habib.
Dalam pengukuhan ini juga menetapkan duet Ketua Umum DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah dengan Sekretaris Ilhamsyah dan Bendahara Ihwan Habib.