Industri logistik dalam sepuluh tahun terakhir berkembang dengan sangat pesat, terutama setelah pandemi Covid-19
Ditengah gencarnya investasi yang masuk ke Indonesia, diperlukan kolaborasi antara penanaman modal asing (PMA) yang masuk dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sehingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih terjaga.
Pebisnis logistik tidak berani mengeluarkan armadanya lantaran harus antre berhari-hari untuk memperoleh BBM.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa nilai ekspor Indonesia pada Januari 2022 mencapai US$19,16 miliar atau tumbuh 25,31% jika dibandingkan dengan periode Januari 2021.
Kelangkaan persoalan keterbatasan space kapal petikemas ini harus terus dicarikan solusinya karena telah mendorong fluktuasi freight yang sangat ekstrem pada sejumlah rute pengiriman internasional dan mengakibatkan kenaikan harga logistik.
ALFI juga mengapresiasi upaya Pemerintah RI yang terus memperkuat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan perdesaan.
Sistem booking yang dilakukan secara langsung ke mitra pelayaran maupun melalui forwarder anggota ALFI tersebut akan berpotensi semakin naiknya tarif angkutan kontainer domestik.
Ttransformasi digital yang dilakukan oleh sektor logistik merupakan sebuah keharusan dan dinilai bisa menjadi katalis untuk bisa bertahan hingga melakukan berbagai ekspansi.
Berdasarkan data BKPM, imbuhnya, target investasi pada tahun 2021 mencapai Rp 900 Triliun, dan realisasi sepanjang Januari-September 2021 telah mencapai Rp.659 Triliun.
Berdasarkan laporan eConomy Sea tahun 2020, memprediksikan bahwa pertumbuhan digital ekonomi Indonesia akan mencapai Rp 1.736 triliun ditahun 2025.