Di samping mengurus anak yang sudah stunting, pencegahan di hulu masing-masing daerah adalah strategi ampuh untuk mempermudah para Kepala Daerah menurunkan stunting di wilayahnya.
Guna menekan angka stunting dan mencetak generasi emas Indonesia tahun 2045, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan, pendidikan calon pengantin (catin) sangat penting untuk dilakukan.
Kegiatan pencegahan stunting bagi calon pengantin sebenarnya adalah perintah agama bukan hanya perintah negara.
Pemerintah terus menggenjot upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai cara. Salah satunya yaitu dengan melakukan revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) guna meningkatkan kapasitas dan fungsi KUA, terutama dalam melaksanakan pembinaan dan bimbingan calon pengantin.
Triknya, menghadang 2 juta calon pengantin agar tidak melahirkan bayi stunting.
Remaja putri yang anemi mengalami peningkatan dari 37,1 persen pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menjadi 48,9 persen pada Riskesdas 2018, dengan proporsi anemia ada dikelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun.
Dwi mengatakan, beberapa langkah strategis yang akan dilakukan BKKBN terutama adalah bagaimana mencegah terjadinya prematuritas diantaranya adalah melalui pengawalan calon pengantin perempuan.
Dashat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu.
BKKBN saat ini sedang mengembangkan DASHAT, sebuah program inisiatif Dapur Sehat untuk mengatasi stunting melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, calon pengantin, dan keluarga dengan risiko tinggi stunting
Dashat merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting yang memiliki calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu.