Menurutnya, Sukmawati sudah mengklarifikasi bahwa puisi tersebut bukan dalam rangka menyinggung umat Islam.
Insiden puisi Sukmawati Soekarnoputri masih menjadi polemik yang tajam di masyarkat. Sehingga terlalu berani jika Polri akan menerapkan sistem restorative justice untuk menyelesaikan kasus tersebut.
Cak Imin mengajak putri Presiden Soekarno itu belajar bersama-sama ke pesantren untuk menengok penerapan syariat Islam.
Terkait dengan adanya laporan masyarakat terhadap Sukmawati ke Kepolisian, ia berpendapat proses hukum harus dihormati dan tidak bisa diintervensi.
Setelah menuai kontroversi dan dilaporkan kepada aparat kepolisian, Sukmawati Soekarnoputri menyatakan permintaan maaf atas puisi "Ibu Indonesia" tersebut.
Puisi tersebut dinilai berbau SARA dan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.
Bakal Capres dari PKS Anis Matta menyatakan kasus puisi "konde dan kidung vs cadar dan adzan" Sukmawati sangat menyakiti umat Islam dan kian memperdalam pembelahan di tengah anak bangsa.
Puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dinilai dapat memicu konflik keagamaan di tanah air. Puisi tersebut diduga telah melakukan penistaan agama.
Sebuah video Arabella yang membacakan sebuah puisi berbahasa China beredar di media sosial China sesaat setelah pemilihan Trump tahun lalu.
Dalam film tersebut Velove harus mampu berlagak seperti seorang puitis lantaran ia harus membacakan salah satu puisi karya Sapardi Djoko Damono berjudul Hujan Bulan Juni.