Program revitalisasi satuan pendidikan yang digawangi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) berhasil mencapai kemajuan yang signifikan. Program ini ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyebut keberhasilan program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga bergantung pada peran guru serta penguatan soft skill.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi guru, revitalisasi sekolah, dan adopsi teknologi dalam pembelajaran.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat meminta pemerintah daerah (Pemda) turut aktif dalam penyelenggaraan pendidikan. Sebab, tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di tangan pemerintah pusat.
Wamen Atip melihat kondisi laboratorium yang rusak dan tidak dapat difungsikan secara optimal. Dia menekankan pentingnya revitalisasi sarana pendidikan agar kembali layak digunakan.
Program Revitalisasi Sekolah yang dilakukan secara swakelola oleh satuan pendidikan sejak Mei 2025 lalu, memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar sekolah, terutama para pekerja.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) mengajak semua pihak mengawal program Revitalisasi Sekolah.
SMP Ibnu Syina, Cileungsi, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu penerima manfaat program Revitalisasi Sekolah, yang kni terus dilaksanakan di berbagai daerah.
Murid dan guru SD Negeri Leuwibatu 02 dan 03, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyambut antusias program revitalisasi sekolah yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden.
Setelah bertahun-tahun menggunakan gedung dengan atap bocor dan ruang terbatas, siswa SDN Cimahpar 5 kini melihat langsung pembangunan sekolah yang sedang berlangsung.