KPK masih menyelidiki aliran dugaan uang suap Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dari sejumlah kontraktor untuk mendanai kampanye pada Pilkada 2018. Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu merupakan calon petahana.
OTT tersebut kental muatan politisnya bahkan dirinya merasa oknum KPK dalam menangani kasus tersebut ditunggangi kepentingan tertentu.
Syahri tak kunjung memenuhi ultimatum itu. Syahri justru merilis sebuah video terkait kasus yang menjeratnya jadi pesakitan.
Menurut Febri, Syahri saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif.
Hingga saat ini, Syahri belum menyerahkan diri dan ditahan oleh lembaga antikorupsi. Sementara para tersangka lainya telah dijebloskan ke Rutan terpisah.
Diduga fee itu bagian dari 8 persen yang menjadi bagian untuk Samanhudi dari total fee senilai 10 persen yang disepakati.
Ultimatum itu ditegaskan lantaran tim Satgas KPK tak berhasil mencokok Ketua DPC PDIP Tulungagung dan Ketua DPC PDIP Blitar itu dalam Oprasi Tangkap Tangan (OTT).
Selain Samanhudi, KPK menetapkan dua tersangka lain. Yakni, Bambang Purnomo (BP) selaku pihak swasta dan kontraktor, Susilo Prabowo (SP).
Diduga suap itu terkait proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.
Selain mengamankan sejumlah pihak dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di dua daerah di Jawa Timur.