Ekonomi dunia diprediksi menghadapai perfect storm akibat resesi global serta krisis pangan dan energi.
Energi adalah kebutuhan pokok dan mendasar yang harus dijamin oleh negara.
Indonesia suplai cangkang kernel kelapa sawit untuk kebutuhan energi terbarukan Jepang.
Arab Saudi luncurkan 5 proyek untuk hasilkan listrik menggunakan energi terbarukan.
Negeri ini sangat membutuhkan banyak energi untuk bangkit bersama dari dampak krisis global, salah satunya adalah keteladanan dari para pejabat publik dan tokoh masyarakat.
Selain memuat tentang harga beli listrik dan insentif pengembangan energi terbarukan, menurut Mukhtarudin, Perpres ini juga mengatur tentang pelarangan pembangunan Pembangkit Tenaga Uap (PLTU) berbasis batubara serta percepatan memensiunkan PLTU.
Sejalan dengan sikap Pemerintah yang juga mengundang Ukraina ke KTT G20. Hal ini secara tema sangat relevan dengan salah satu isu prioritas P20 yaitu `Ketahanan Pangan dan Energi dan Tantangan Ekonomi`. Perang Rusia-Ukraina juga krusial untuk di-address dalam forum P20 karena secara faktual telah memengaruhi ekonomi global.
Peluang untuk melakukan transformasi ke pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan terbuka lebar.
Tentu kita dukung ya. Karena kebijakan ini juga dapat meningkatkan kapabilitas energi terbarukan, untuk mencapai target net zero emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Bangun Energi Positif Bagi Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia