Dwi Soetjipto fokus pada sektor hulu migas, dan Bambang di sektor hilir.
Jika selama ini produksi minyak di blok Cepu sekitar 185 ribu barel per hari, maka selanjutnya akan digenjot mencapai kisaran 200 ribu barel per hari, atau naik sekitar 20 persen dari target.
Exxonmobil saat ini masih diminta SKK Migas untuk melakukan serangkaian tes untuk kemampuan peningkatan produksi.
Negara tetap memegang kendali dalam pengelolaan hulu migas antara lain pada penentuan wilayah kerja, kapasitas produksi dan lifting, serta aspek komersil dan pembagian hasil.
Lingkup potensi kerja sama untuk nota kesepahaman yang berlaku selama lima tahun ini meliputi pengembangan usaha niaga, investasi, dan pembangunan pada sektor migas; pengembangan, investasi dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan serta konservasi energi.
Kontributor terbesar lifting minyak lainnya adalah Blok Rokan, Pertamina EP, Mahakam, dan Offshore Northwest Java (ONWJ)
Penerapan skema gross split akan membuat SKK Migas lebih fokus pada peningkatan eksplorasi dan produksi migas. Tak lagi sibuk dengan urusan cost recovery.
Pertagas sebagai anak usaha Pertamina yang fokus pada lini usaha transportasi dan transmisi gas akan berada di bawah PGN. Sedangkan PGN sendiri akan menjadi anak usaha Pertamina.
Kalau daerah tidak terlibat dalam perhitungan perolehan migas maka akan kesulitan mengantisipasi pengalokasian di dalam APBD.
Peningkatan impor terjadi baik pada sektor non-migas sebesar 9,29% dan Migas 13,89%.