Presiden Iran Hassan Rouhani memuji ketabahan bangsa Iran dalam pertempuran keras melawan Amerika Serikat selama setahun terakhir, dengan mengatakan sikap menentang tekanan Washington menyebabkannya mundur
Nasrallah mengatakan gagasan perang di kawasan itu "dibuat-buat" karena Washington dan sekutunya tahu mereka akan membayar mahal untuk agresi terhadap Teheran.
China, yang merupakan importir kedelai terbesar di dunia itu dikabarkan sudah tidak akan membatalkan kebijakan yang sudah dibuat di Washington.
China menegaskan kembali bahwa Beijing sangat menetang sanksi sepihak Washington terhadap Iran.
Iran menegaskan, tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Washington hingga Paman Sam mengubah perilakunya terhadap Republik Islam.
Hubungan antara Washington dan Teheran telah memanas setelah AS mengerahkan pasukan ke wilayah tersebut.
Dalam perintah eksekutif pada 15 Mei, Washington secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS melakukan bisnis dengan Huawei, dengan alasan masalah keamanan nasional.
Perkembangan ini muncul setelah meningkatnya ketegangan antara China dan AS dan upaya Washington untuk membangun koalisi untuk melawan pengaruh Beijing yang berkembang di seluruh dunia.
Seoul dan Washington mengumumkan tahun lalu bahwa mereka akan membatalkan Ulchi Freedom Guardian setelah pertemuan puncak Juni Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
Ketegangan memanas antara kedua negara setelah Washington mengerahkan pasukan militer ke Timur Tengah.