Penggunaan dolar AS untuk menekan negara-negara lain hanya akan menyebabkan pembentukan mata uang alternatif di dunia.
Penggunaan dolar Amerika Serikat untuk menekan negara-negara lain akan mengarah pada penciptaan mata uang alternatif dunia, yang membebani dolar dengan status mata uang dunia.
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan, gejolak ekonomi di Turki seiring terpuruknya kurs lira terhadap dolar Amerika Serikat (AS) harus diantisipasi agar tak berimbas serius ke perekonomian Indonesia.
Sejak Februari lalu nilai mata uang Rupiah terus melemah terhadap Dolar AS dari sebelumnya sekitar Rp 13 ribu hingga mencapai hampir Rp 15 ribu.
Iran tak akan menggunakan dolar untuk mengimpor obat-obatan dan alat-alat kesehatan setelah AS menjatuhkan sanksi kepada Bank Sentral Iran.
Depresiasi Rupiah terhadap Dolar AS membuat kondisi perekonomian Indonesia saat ini semakin rawan. Pasalnya, depresiasi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga kebutuhan pokok.
Namun penemuan itu mengejutkan pihak Shinil karena di dalam kapal tersebut berisi 5.500 kotak batangan emas dan koin senilai miliaran dolar.
Sejak AS mengumumkan restorasi sanksi terhadap Iran, beberapa oportunis menyalahgunakan situasi itu untuk membeli mata uang asing, terutama dolar, dan koin emas dalam jumlah besar, yang mengarah jatuhnya mata uang nasional dan sebagai akibatnya inflasi.
Jaringan itu dibongkar pada Mei. Pertukaran mata uang menggunakan sistem keuangan UEA untuk mentransfer uang tunai dari Iran dan mengubahnya menjadi dolar AS.
Pemerintah diminta untuk mencari solusi atau strategi baru dalam mengatasi melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Sebab, pelemahan Rupiah saat ini tidak bisa dilakukan dengan cara hal yang biasa.